http://www.monitordepok.com/cetak/kabar-jiran/27565.html#

Kabar Jiran
Warga sungai Citarum tolak rencana proyek ADB
02-Des-2008 08:00:25
JAKARTA, MONDE: Warga di sekitar sungai Citarum yang tergabung dalam ARUM (Aliansi Rakyat untuk Citarum) mengirim petisi ditujukan untuk Dewan Direktur Bank Pembangunan Asia (ADB).
Hal ini terkait rencana ADB untuk mendanai Proyek Investasi Pengelolaan Lingkungan dan Sumber-Sumber Air yang Terintegrasi (ICWRMIP – Integrated Citarum Water Resource Management Investment Project). ADB telah menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Indonesia untuk Bantuan Teknis Persiapan ICWRMIP dan tanggal 4 Desember ini Dewan Direktur ADB telah menjadwalkan untuk menyetujui proyek yang menjadi bagian pendanaan ICWRMIP.

Menurut koordinator petisi ARUM, Yulia Siswaningsih mereka berharap Dewan Direktur ADB agar tidak menyetujui ICWRMIP (Integrated Citarum Water Resource Management Investment Program) sampai terjadi perbaikan-perbaikan yang terukur.

“Dokumen-dokumen pelindung dan persiapan proyek tidak sesuai dengan kebijakan-kebijakan ADB sendiri. Resiko sosial jauh lebih besar daripada potensi keuntungan dari rencana hutang ini,” ujarnya, kemarin.

Sungai Citarum adalah salah satu daerah aliran sungai (DAS) penting di Indonesia yang berlokasi di Jawa Barat. DAS ini seluas lebih dari 13.000 Km persegi, yang merupakan ruang hidup bagi 10 juta penduduk.

DAS Citarum adalah merupakan pemasok 80% kebutuhan air bersih bagi penduduk Jakarta, sumber air irigasi bagi 240.000 hektar sawah dan pertanian, serta sumber energi listrik sebesar 1,400 MW.

Dengan maksud untuk mengatasi tantangan rumit dalam pengelollaan sumber air Citarum, ADB menawarkan paket bantuannya yang dinamai Integrated Citarum Water Resource Management Investment Project/ Proyek Investasi Pengelolaan Lingkungan dan sumber-sumber Air yang Terintegrasi (ICWRMIP).

Program ini bermaksud untuk menawarkan pengintegrasian sumber-sumber air dengan pengelolaan lingkungan di DAS Citarum yang akan menuju pada konservasi air dan alokasinya.

ICWRMIP memiliki berbagai proyek yang meliputi pengelolaan daerah aliran sungai, pertanianm pasokan air dan pasokan energi. Dengan pendanaan lebih dari US$ 600 juta, ICWRMIP adalah proyek pertama ADB yang menggunakan metode Multi-tranche Financing Facility (MFF), yang akan berjalan selama 15 tahun.

ADB telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah Indonesia untuk Bantuan Teknis persiapan ICWRMIP, jatuh hari ini (4/12), Dewan direktur ADB dijadwalkan untuk menyetujui proyek – proyek pendukung.(alp)

online berita: Warga sungai Citarum tolak rencana proyek ADB